Oleh: subair | Oktober 15, 2010

Aktivitas di bulan Ramadhan 1431H


Patut bersyukur kepada Allah S.W.T. bahwa kita bertemu kembali dengan bulan mulia Ramadhan 1431H. Ada komitmen bahwa amaliah ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya, namun kenyataan menunjukkan bahwa belum juga termerdekakan dari jeratan kehidupan dunia lantaran tugas-tugas sebagai aparat pemerintah dalam berbagai koordinasi dengan berbagai kalangan di berbagai kota, lebih dari separuh ramadhan tahun ini (1431H) habis di perjalanan, tetapi ada kebanggaan tersendiri karena ibadah puasa dan amaliah ramadhan lainnya tetap terjaga bahkan sempat hatam bacaan Al-Qu’an walaupun itu dilakukan diatas kapal laut, pesawat udara atau di hotel tempat penginapan.

Menjelang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan seharusnya digunakan untuk meningkatkan takarrub Ilallah, i’tikaf di mesjid memohon ampunan Allah dan menunggu kehadiran lailatul qadar, ternyata juga terusik dengan kegiatan lain melayani berbagai permintaan ceramah di berbagai tempat, seperti di Kampus, sekolah dan mesjid-mesjid kecil di kampung. Menjelang Idul Fitri berangkat ke pulau Tomia salah satu diantara pulau-pulau kecil di kawasan laut Banda Indonesia Bagian Timur, disana ada proyek zakat dan infak yang menjadi komitmen bersama masyarakat pada ramadhan tahun lalu (1430H) yaitu membangun sebuah mesjid dan mengefektifkan kembali penyelenggaraan Madrasah Diniyah yang pernah ada di Kelurahan Tongano Barat Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi.

Ketua Panitia Pembangunan Mesjis As-Shobirin menerima bantuan dari Masyarakat Tomia di Rantau.


Mesjid As-Shobirin sebagai tempat penyelenggaraan shalat lima waktu dan shalat Jum’atan juga berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan madarasah Diniyah Awaliyah dan Diniyah Wusta. Di Madrasah itu anak-anak SD, SMP dan SMA belajar agama pada sore hari setelah pagi hari belajar di sekolah. Kapasitas tampung mesjid As-Shobirin semakin terbatas maka pada Ramadhan tahun lalu (1430H) disepakati untuk membangun mesjid baru pada lokasi yang lebih luas tidak jauh dari mesjid itu, juga disepakati pula bahwa mesjid lama akan tetap berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan lembaga pendidikan agama Islam.

Lembaga pendidikan yang ada didaerah itu semuanya lembaga pendidikan umum (SD, SMP dan SMA) sementara semua penduduknya beragama islam. Itulah sebabnya Madrasah Diniyah yang berdiri sejak tahun 1989 itu tetap dipertahankan bahkan dikembangkan, namun kendalanya adalah tenaga Pembina tetap belum ada, kegiatan belajar mengajar hanya dilakukan oleh remaja mesjid dibantu oleh pengurus mesjid dan terkadang juga ada bantuan dan bimbingan teknis dari Pembina OSIS sekolah.

Oleh: subair | Oktober 1, 2009

REFLEKSI RAMADHAN 1430


Sudah menjadi harapan yang rutin setiap tahun untuk selalu bertemu bulan suci Ramadhan tahun berikutnya. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah mengabulkan harapan itu untuk bertemu Ramadhan 1430 H. Antara dua Ramadhan telah dijalani dengan segala suka-duka menju kemuliaan hidup di hari depan dan kemuliaan hidup di akhirat kelak, namun sebagai manusia biasa tentu banyak kekurangan dan kehilafan yang terjadi, itulah sebabnya memasuki Ramadhan tahun ini kita berusaha untuk takarrub kepada Allah megharapkan rahmat, ampunan, dan keselamatan serta pembebasan dari siksa neraka di hari kemudian.

Agenda keluarga pada Ramadhan tahun ini adalah meningkatkan kualitas ibadah wajib yaitu melaksanakan shalat wajib tepat waktu secara berjamaah. Shalat Magrib dilaksanakan secara berjama’ah di rumah sesuai berbuka puasa bersama, shalat Isya dan shalat Subuh dilaksanakan di Mesjid, pelaksanaan shalat Zlohor dan Ashar diberikan kepada masing-masing anggota keluarga untuk melaksanakan secara berjamaah di Mesjid atau di tempat kerja. Sementara ibadah sunnah dan amaliah Ramadhan lainnya dilaksanakan masing-masing anggota keluarga sesuai tuntunan Allah dan Rasul Muhammad S.A.W untuk memperoleh sebanyak-banyaknya pahala yang dijanjikan oleh Allah S.W.T. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunianya kepada orang-orang bertaqwa.

Sampai hari ke 10 di bulan suci Ramadhan ibadah puasa berjalan lancer sesuai tuntunan dan agenda keluarga, namun ada perbedaan kualitas dari masing-masing anggota keluarga. Memasuki hari-hari berikutnya agenda keluarga mulai terabaikan, ada kegiatan yang harus dilaksanakan yang tidak terantisipasi dalam rencana, yaitu tuntutan kehidupan sosial kemasyarakatan serta tugas dan tanggung jawab sebagai aparat yang harus ditunaikan, keluar daerah dan berpisah dengan keluarga mrngikuti berbagai kegiatan. Dalam hal ini bukan hanya agenda keluarga yang terpengaruh tetapi pola ibadah juga turut terganggu, terkadang berbuka puasa bukan lagi diawal waktu, makan sahur bukan lagi diakhir waktu, shalat wajib Zlohor dan Ashar serta Magrib dan Isya kadang-kadang juga digabung karena alasan musyafir, syukur tidak membatalkan puasa karena alasan itu.

Dari Bandara Betoambari Bau-Bau menuju Makassar

Dari Bandara Betoambari Bau-Bau menuju Makassar

Waktu untuk melaksaakan ibadah sunat dan amaliah Ramadhan lainnya sebagian bergeset untuk menjelesaikan tugas-tugas dan kewajibab yang bersifat keduniaan. Pada 10 hari-hari paruh kedua di bulan suci Ramadhan 1430 H sebagian besar waktu digunakan untuk terbang dari satu kota ke kota lain, menginap di hotel

Rakor & Workshop Manajemen BOS dalam rangka Wajar 9 Tahun di Makassar

Rakor & Workshop Manajemen BOS dalam rangka Wajar 9 Tahun di Makassar

mewah, berderet-deret di kursi meeting menerima materi workshop dan diskusi-diskusi untuk kemaslahatan negeri, makan sahur dan buka puasa di di dinning room mewah, kolaborasi dengan mitra kerja untuk kemajuan negeri, hampir-hampir terlupakan bahwa kita dalam keadaan ibadah puasa. Semoga Allah memberikan ampunan atas segala kesalahan dan kehilafan.

Memasuki 10 hari paruh ketiga di bulan Ramadhan 1430 H agenda keluarga mulai berjalan normal, bershaf-shaf di mesjid sambil meperebutkan shaf terdepan pada shalat wajib, sebagian malam digunakan untuk takarrub Ilallah di mesjid, menbaca kitab suci Al-Qura’an serta berdo’a memohon kesempuranaan rahmat dan ampunan Allah sambil menanti kehadiran malam Lailatul Qadri. Siang hari mempersiapkan agenda membayar zakat dan membagi sedekah. Zakat fitrah dibayarkan melalui Badan Amil Zakat di Mesjid kampung tempat biasa shalat berjama’ah, zakat maal akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat di Mesjid tempat kelahiran dan pertama kali belajar agama di kampung seberang. Sedekah dibagikan kepada fakir-miskin yang ada di tetangga dan kerabat di kampung seberang, untuk itu mudik lebaran harus dilaksanakan.

Rakor Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah Propinsi Sutra tahun 2009 di Kendari

Rakor Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah Propinsi Sutra tahun 2009 di Kendari

Mudik lebaran bukan berarti pulang kampung karena kampug saya disini, bukan berari mudik karena saya warga di tempat ini, pulang kampung atau mudik lebaran saya artikan menengok kampung halaman tempat kelahiran dan tempat dibesarkan sampai akhirnya memutuskan untuk hijrah ke daerah ini. Kegiatan ini adalah bagian dari agenda keluarga pada Ramadhan tahun ini, sayangnya istri dan anak-anak lebih memilih merayakan Idul Fitri di tempat. Mereka terikat dengan ziara ke kuburan orang tua dan mertua yang meninggal dunia di tempat ini, maka mudik menengok kampungpun dilakukan sendirian.

Menjelang tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri, ibadah puasa dilakukan diatas kapal yang menuju pulau-pulau kecil di kawasan laut Banda, menyinggahi beberapa pulau di gugusan pulau-pulau kabupaten Wakatobi, untuk silaturahim dengan kerabat dan keluarga di sana, sehari sebelum Idul Fitri, tiba di Pulau Tomia sebuah pulau paling buncit di jazirah tenggara pulau Sulawesi, disana tempat kelahiran dan menimba ilmu, disana ada SD Negeri 2 Usuku dan SMP Negeri 1 Tomia, di kedua sekolah itu tamat dan memperoleh ijazah kemudian melanjutkan pendidikan di rantau, di sana ada amal usaha yang saya didirikan 30 tahun yang lalu. Berdirinya amal usaha itu berkenaan dengan saat-saat rencana Reuni Alumni SMP Negeri 1 Tomia (dulu bernama SMP Negeri Usuku), amal usaha itu bernama TK Bustanul Athfal Al-Hikmah Tongano Barat, di Tomia Timur ada kuburan kakek dan nenek, di sana ada famili dan teman-teman masa kecil, bahagia rasanya berada di antara mereka, mengenang masa lalu yang indah.

Ibadah Zakat Maal diserahkan melalui Badan Amil Zakat di Mesjid As-Shabirin tempat menimba pelajaran agama dimasa kecil, bekas tetangga berdatangan meminta oleh-oleh, alhamdulillah dapat berbagi alakadarnya dengan mereka. Di sebuah desa tempat kelahiran istri, saya didaulat untuk membaca Hutbah Idul Fitri 1430.

Hari Raya Idul Fitri dirayakan bersama keluarga di desa Kulati Tomia Timur. Dalam pesan Hutbah yang saya bacakan menyapaikan kepada jama’ah Idul Fitri untuk meningkatkan taqwa kepada Allah S.W.T, menjadikan Nabi Muhammad S.A.W. sebagai contoh teladan dalam beribadah, beramal dan menjalani kehidupan, meningkatkan kualitas mempelajari agama Islam yang sebanar-benarnya sebagai agama yang dianut oleh seluruh warga masyarakat, menghindari dan mencegah hadirnya ajaran sesat seperti yang dilakukan oleh kaum terorisme dan ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya.

Dalam pesan hutbah itu pula disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat Wakatobi untuk meperlakukan secara adil seluruh warga Indonesia yang datang di Wakatobi, baik sebagai pedangang, wisatawan, pegawai negeri dan lain-lain dengan memberikan penghargaan yang pantas sesuai kualitas dan sumbangsihnya terhadap kemajuan daerah, menjauhi sifat perimordial dan tindakan nepotisme yang akan mengecewakan sesama rakyat Indonesia. Sebagai daerah wisata yang kedatangan wisatawan dunia ratusan bahkan ribuan orang setiap bulan diharapkan agar pemerintah dan warga masyarakat memperlihatkan dan menampilkan budaya Islam yang santun dan menyejukkan yaitu budaya yang dianut oleh warga masyarakat selama ini agar mereka tertarik mempelajari nilai-nilai Islam sebagai Agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam serta tidak memberi kesempatan kepada mereka yang ingin mengembangkan budaya hedonis dan budaya materialistis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan dan peradaban masyarakat Wakatobi yang sudah terpatri dan tertanam sejak ratusan tahun yang lalu.

Idul Fitri di desa kecil itu berlangsung damai, jama’ah mengikuti shalat Idul Fitri dengan khusyu, mendengarkan hutbah dengan tertib dan tenang. Selamjutnya silaturahim antar warga spontan terlaksana, kunjung-mengunjugi antar keluarga, sajian makanan dan minuman pada hari itu melimpah, Nampak kegembiraan di wajah setiap orang yang dijumpai, semoga saja kegembiraan ini karena kemengan setelah berhasil melaksanakan puasa sebulan penuh. Ziara kubur dilaksanakan oleh sebagian warga masyarakat, semoga saja ziara kubur dimaknai sebaga wahana mengingat mati bahwa sebentar lagi kita akan terbaring bersama merekan di sini, juga dimaknai sebagai wahana amal saleh bagi yang masih hidup untuk mengirim do’a keselamatan kepada almarhum orang tua dan mereka yang berjasa dalam kehidupan.

Hari-hari berikutnya berlangsung kegiatan kemasyarakatan, ada perkawinan, sunatan, dan acara kekeluargaan lainnya. Salah satu acara yang menarik adalah Reuni ke 6 Alumni SMP Negeri 1 Tomia. Oleh alumni yang hadir mengadakan seminar nasional pengembangan profesi guru, sunatan massal, pertandingan olahraga dan acara manga lewu-lewu (makan bersama) salah satu acara seni budaya di daerah ini, berkunjung ke lokasi wisata Tadu Sampalu (sebuah lokasi wisata yang paling keras ombaknya di kawasan Wakatobi) dan lokasi wisata Onemobaa (sebauah lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan manca negara yang melakukan diving menykaksikan keindahan bawa laut di kawasan itu). Pada acara puncak kegiatan Reuni itu terkumpul dana sumbangan alumni untuk membangun ruang osis SMP Negeri 1 Tomia sebesar Rp 45.000.000,-

Akhirnya teringat dengan kewajiban sebagai aparat, harus berada di kantor paling lambat 3 hari setelah Idul Fitri. Dengan kapal motor super cepat kembali menemui keluarga di Bau-Bau, delapan jam diperjalanan tiba kembali di rumah dan menemui istri dan anak sementara mejalankan puasa Syawal, mereka berkali-kali khatam bacaan Al-Qur’am, qiyamul lail tak pernah putus selama bulan suci Ramadhan ini. Subhanallah mereka pemenang dalam pergulatan ibadah Ramadhan tahun ini setidaknya dalam ageda Ramadhan keluarga. Dalam diri ada rasa iri dan bangga terhadap mereka, ada pengakuan dalam diri akan adanya kekurangan ibadah pada Ramadhan tahun ini. Semoga dengan ibadah yang dapat dilakukan itu, membawa dampak positif untuk menapaki kehidupan kedepan dan semoga saja panjang umur dan bertemu Ramadhan tahun-tahun berikutnya untuk meraih pahala ibadah sebayak-banyaknya di bulan yang mulia yang penuh rahmat, ampunan dan ridho Allah S.W.T.

Semoga dengan ibadah Ramadhan 1430 H tahun ini kita mencapai derajat Muttaqin. Wallahualam bisshawab.

Wastabiqul chairat.
Subair.

Oleh: subair | Agustus 30, 2009

Kegiatan pada Agustus tahun 2009


CIMG0054Hari ini tanggal 31 Agustus 2009 baru sempat berkunjung ke situs ini karena berbagai kesibukan, antara lain Pelatihan Pemanfaatan Dana BOS bagi Tim BOS Tingkat Sekolah dan Sosialisi program BOS langsung ke Masyarakat yang harus selesai sebelum tanggan 15 Agustus 2009. Setelah kesibukan itu usai muncul kesedihan atas meninggalnya Drs. H. Laode Halaka Mananarfa wakil walikota Bau-Bau. Ada kenangan tersendiri dengan beliau yang akan diceritakan pada kesempatan lain.

Seiring dengan itu, juga sibuk melayani mitra kerja bidang pengawasan dan penyidikkan dalam rangka penegakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara, mereka adalah aparat pemerikasaan dari BPK, BPKP dan Inspektorat dan aparat penyidikan dari kejaksaan dan kepolisian. Namun demikian masih sempat juga melaksanakan tugas kepanitiaan dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI ke 64 serta mengikuti upacara penaikan dan penurunan bendera, masih sempat juga menyaksikan pemberitaan media massa dan elektronik yang tayang siang malam tentang teroris, carut-marut pileg dan pilpres, pertikaian di tubuh KPK dan lain-lain.

Agustus yang ke 64 sejak kemerdekaan RI besok akan berlalu, dan tidak akan pernah kembali lagi, banyak kenangan dan harapan yang ditinggalakan, mari kita ambil sisi positif dari kenangan dan harapan itu, kita bawa bersama semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 menjemput Agustus-Agustus lain di masa yang akan datang.

Pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan dana BOS yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tingkat sekolah dan masyarakat. Kalau kegiatan ini dilakukan sesuai panduan dan dilandasi dengan keikhlasan dan rasa tanggung jawab yang tinggi pelatihan dan sosialisasi yang dilaksanakan akan membebaskan lembaga pendidikan (sekolah) dari penjara kecurigaan yang dikesankan oleh masyarakat selama ini. Sekolah akan terbantu dalam upaya mereka memproklamasikan kemerdekaannya sebagai lembaga otonom dan mandiri untuk meraih harapan dan angan-angan seluruh stakeholdesrnya.

Anggara pendidikan mendapatkan perhatian khusus di negeri ini, setidaknya undang-undang sistim pendidikan nasional mengamanatkan minimal anggaran pendidikan besarnya 20% dari APBN juga 20% dari APBD diluar gaji aparaturnya. Tetapi sejak undang-undang itu diberlakukan amanat itu belum juga terpenuhi. Kenapa ….. ?

Di dalam rumah tangga anak adalah buah hati tumpuan harapan masa depan orang tua, pewaris dan penerus keturunan. Di dalam Negara anak adalah calon penerima tongkat estafet perjuangan dan pembangunan bangsa, mereka adalah tumpuan masa depan Negara. Kenapa masih enggan mengeluarkan biaya yang cukup untuk pendidikan mereka? Cuma duapuluh porsen kok … !!!, masih ada delapan puluh persen untuk yang lain … !!!. Seorang awam berandai-andai, ia mengatakan mungkin negara belum punya uang yang cukup? saya katakan tidak ada hubungannya prosentase dengan cukup tidaknya uang, atau mungkin masih ada pembiayaan yang lebih perioritas? saya katakan tidak ada yang lebih perioritas dari pendidikan anak. Atau mungkin yang mengatur anggaran tidak punya anak? Tapi dia punya negara tempat berteduh dimasa tuanya, atau mungkin mereka yang punya uang tidak ikhlas untuk membiayai pendidikan? Hus….sudahlah, jangan teruskan itu bukan wilayah kita, itu wilayah politik di situ kita cuma berpartisipasi memilih pada pemilu (pileg, pilpres dan pilkada) selesai. Kembali laksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Sejak Juli 2005 pemerintah meluncurkan dana pendidikan yang dikemas sebagai Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana itu dikucurkan langsung ke sekolah melalui lembaga keuangan Negara (Bank dan PT Pos). Untuk kelancaran pengelolaan dana itu ada pendataan, panduan, sosialisasi, monitoring dan pelayanan administrasi lainnya yang dilakukan oleh sebuah tim manajemen ditingkat kabupaten/kota. Pada tingkat pusat dan propinsi juga ada tim manajemen dalam tugas pelayanan yang sesuai kondisinya.

CIMG0024Kurang lebih ada 470 tim manajemen kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia, masing-masing tim beranggotakan kurang dari 10 orang dipimpin oleh seorang manajer, mitra kerja tim itu ialah sekolah, lembanga keuangan penyalur dana BOS dan instansi terkait lainnya.
Dalam pelaksanaan tugasnya tiap-tiap anggota Tim mempertanggung jawabkan tugasnya kepada pimpinan instansi (Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota). Pelaksanaan tugas dan fungsi Tim Manajemen ini didukung oleh biaya mananajemen yang dinamakan Dana Sefeguarding dari pemerintah pusat. Dana safeguarding itu berkurang dari tahun ke tahun dan mencapai titik Rp 0,- pada tahun 2009 praktis Tim manajemen harus berpartipasi aktif tanpa biaya karena selama ini tidak pernah ada sering pembiayaan dari APBD, bersamaan dengan itu juga dana pendidikan selain dana BOS yang bersumber dari APBD kab/kota yang pernah ada di sekolah, juga turut mencapai titik Rp 0,- pada perubahan anggaran tahun ini. Mungkin hal ini pertanda akan adanya perubahan mendasar dalam manajemen pengelolaan dana pendidikan, kita tunggu saja perubahan itu.

Pembiayaan pendidikan di sekolah terdiri dari : 1) Biaya Investasi, 2) Biaya Operasional, 3) Biaya non Operasional. Yang dimaksud dengan sekolah gratis adalah sekolah yang membebaskan siswanya dari pembiayaan investasi dan pembiayaan operasional, sementara pembiayaan personal masih harus ditanggung oleh orang tua dan masyarakat.

Dana BOS diberikan ke sekolah berdasarkan jumlah siswa, pada tahun 2009 besaran dana BOS persiswa pertahun pada jenjang SD di daerah perkotaan sebesar Rp 400.000,- dan pada jenjang SMP di daerah perkotaan sebesar Rp 575.000,- Tujuan pemberian dana BOS adalah untuk menggratiskan biaya proses interaksi pembelajaran yang terjadi di sekolah untuk mengantar anak pada tingkatan situasi pengetahuan, sikap, tingkah laku dan kecakapan hidup sesuai usiuanya sebagaimana tuntutan kurikulum sekolah. Jadi bukan untuk dibagi kepada siswa untuk dimakan atau diminum oleh mereka.

Siswa usia SD dan usia SMP (usia 7 – 15 tahun) adalah usia emas pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak, hal-hal yang terjadi dilingkungannya sangat mudah terekam dalam memorinya dan akan membekas dalam kelanjutan kehidupannya. Sekolah sebagai salah satu lingkungan yang dominan dalam kehidupan anak seharusnya mengambil peran untuk menetralisir pengaruh negative yang diterima oleh anak dari lingkungan lain. Oleh sebab itu sekolah harus ditata sebagai lingkungan kehidupan yang membawa kesejukan dan kedamaian hati, disana adalah cermin kejujuran, disana ada contoh teladan kehidupan, disana ada sopan santun dan kesalehan sosial, dari sana terpancar nilai-nilai budaya yang menyejukkan.

Dengan adanya dana BOS seharunya lingkungan sekolah yang kondusif sebagaimana dambaan di atas dapat terwujud. Wah … jangan terlalu banyak komentar nanti salah, tapi menurut anda kondisi sekolah saat ini bagaimana? Seorang awam menjawab, di daerah saya sekolah cenderung dicurigai oleh masyarakat. Kenapa? Karena ada dana BOS. Hus….!!! tidak usah dilanjutkan, kesimpulannya masih perlu perbaikan manajemen sekolah. Sekolah harus mandiri dan otonom yang mendapatkan kepercayaan dan dukungan partisipasi masyarakat di lingkungannya. Langka kearah itu kita akan mulai awal bulan Agustus 2009 ini.

Alhamdulillah sebelum Agustus 2009 telah dilaksanakan Training Of Trainer (TOT) atau pelatihan pelatih Pemanfaatan dana BOS di tingkat propinsi di Kendari, kegiatan pelatihan ini berakhir pada akhir September 2009 dan semua rangkaian persiapan sampai pada pelaksanaan pelatihan tingkat Kabupaten/Kota dan Sekolah baru tuntas 5 Agustus 2009, sementara kelanjutannya untuk melatih di kabupaten/kota harus selesai sebelum 15 Agustus 2009 ini. Demikian jadwal yang disepakati oleh Tim Manajemen BOS Propinsi Sulawesi Tenggara dengan para pelatih yang akan melaksanakan tugas pelatihan di lapangan.

Sekedar diketahui bahwa sasaran Pelatihan pemanfaatan dana BOS ini adalah semua sekolah penerima dana BOS pada jenjang SD/SDLB dan jenjang SMP/SMPLB dengan rincian peserta masing sekolah adalah Kepala Sekolah, Bendahara BOS Sekolah dan Ketua Komite Sekolah, sementara sasaran sosilalisasi ke masyarakat adalah tokoh masyarakat dari kecamatan, masing-masing kecamatan mengirimkan 15 orang peserta.

Suasana pelatihan dikemas sedemikian rupa sehingga terjadi keakraban antar peserta, kepala sekolah, bendahara dan Ketua Komite duduk satu meja, membuat pertanyaan merumuskan masalah di sekolahnya terkait materi pelatihan yang tengah didiskusikan. Semoga dengan pelatihan ini masing-masing peserta dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga tercipta keharmonisan dan keakraban yang mendukung penyelenggaraan sekolah yang berkualitas.

Sosialisasi BOS ke masyarakat yang dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh akan menghilangkan kecurigaan terhadap sekolah dan pada gilirannya nanti mereka akan berpartisipasi mendukung kegiatan sekolah dan mencukupi kebutuhan sekolah. Dalam sosialisasi ini diharapkan masyarakat memahami bahwa dana BOS yang ada baru sebahagian kecil dari dana yang dibutuhkan sekolah untuk melengkapi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

Alhamdulillah pelatihan dan sosialisasi selesai dilaksanakan, semoga dengan ini akan terbagun manajemen sekolah yang mandiri dan otonom, mendapatkan dukungan partisipasi masyarakat dan meringankan tugas aparat pengawasan (BPK, BPKP dan Inspektorat) dan aparat penyidikan (Polisi dan KPK) semoga pula para eksekutor hukum (Jaksa dan hakim) akan kehilangan pekerjaan dari pelanggaran dan kesalahan dalam penyelenggaraan pendidikan. Terima kasih.

 Selamat tinggal Agustus 2009, Marhaban Ya Ramadhan.

Subair

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: