Oleh: subair | Maret 14, 2008

Manajemen Pendidikan di Kota Bau-Bau

HASIL PENELITIAN TERHADAP PELAKSANAAN
MANAJEMEN SEKOLAH PADA SMA DAN SMK
DI KOTA BAU-BAU PADA TAHUN 2004
.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Kebijakan manajemen pendidikan pada tingkat SMU/SMK di Kota Bau-Bau kurang berhasil dengan kata lain dari 12 faktor yang diteliti terdapat beberapa faktor yang sudah terlaksana seperti faktor pelaksanaan perencanaan, faktor pelaksanaan kurikulum dan faktor pengorganisasian disamping itu ada beberapa faktor yang pelaksanaanya belum optimal seperti kemampuan SDM, Pengkoordinasian dan pengelolaan sumber daya.
2. Faktor-faktor yang mepengaruhi kurang berhasilnya implementasi manajemen pendidikan pada SMU/SMK di Kota Bau-Bau. meliputi faktor ketersediaan dana untuk menunjang pelaksanaan operasional, faktor pelaksanaan pengawasan, dan faktor kedisiplinan anggota komite sekolah dan elit sekolah. Disamping itu juga faktor dukungan partisipasi masyarakat, faktor ketersediaan sarana prasarana, dan faktor proses pengambilan keputusan.
.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka melalui kesempatan ini, penulis mengajukan beberapa saran kepada pihak-pihak yang berkepentingan utamanya Pemerintah Daerah Kota Bau-Bau sebagai berikut dalam rangka implementasi kebijakan manajemen pendidikan sebagai berikut :

1. Faktor-faktor yang sudah terlaksana perlu dipantau terus-menerus seiring dengan perkembangan pola manajemen yang senatiasa mengalami perubahan sesuai kebutuhan perkembangan penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan faktor-faktor yang pelaksanaannya belum optimal diperlukan pembinaan dan motivasi yang efektif.

2. Terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kurang terlaksananya implementasi manajemen pendidikan pada SMU/SMK di Kota Bau-Bau Perlu dilakukan upaya-upaya pendekatan, sosialisasi dan pembinaan yang intensif dan terprogram :
a. Perlu upaya yang sungguh-sungguh peningkatan anggaran pendidikan pada APBD Kota Bau-Bau maupun APBN.
b. Perlu membangun sistim pengawasan yang efektif baik internal maupun eksteren Komite Sekolah, serta melakukan pembinaan aparatur pengawasan melalui pendidikan dan pelatihan.
c. Perlu menciptakan situasi kerja yang mendorong peningkatan motivasi dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengabdian melalui kegiatan pendidikan.
.
3. Hasil penelitian ini diharapakan menjadi bahan atau landasan penelitian selanjutnya dalam rangka penyempurnaan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Implementasi Kebijakan Manajemen Pendidikan di Kota Bau-Bau khususnya yang menyangkut :
a. Implementasi Kebijakan yang menyangkut perluasan dan pemerataan pendidikan pada SMU/SMK di Kota Bau-Bau.
b. Implementasi Kebijakan yang menyangkut peningkatan Mutu dan Relevansi pendidikan pada SMU/SMK di Kota Bau-Bau.
c. Optimalisasi Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah dan Guru dalam penyelenggaraan pendidikan pada SMU/SMK di Kota Bau-Bau.
d. Studi Implementasi Kebijakan Manajemen Pendidikan pada jenjang sekolah lainnya seperti pada TK, SD, SMP, Pendidikan Luar Sekolah dan lain-lain.

Responses

  1. Manajemen pendidikan dapat susun menjadi 4 tahapan yakni (1) planning (perencanaan); (2) organizing (pengorganisasian); (3) actuating (pelaksanaan); dan (4) controlling (pengawasan). Ketika salah satu tahap mendapat masalah/hambatan maka akan berpengaruh pada tahap yang lain. Tujuan dari pelaksanaan manajemen sekolah itu adalah peningkatan mutu pendidikan. Indikator dari peningkatan mutu pendidikan adalah prestasi belajar siswa.

    Apakah prestasi belajar siswa di SMU dan SMK Kota Bau-Bau rendah sehingga dikatakan bahwa kebijakan Manajemen Pendidikan kurang berhasil?
    Atau penelitian yang dilakukan hanya untuk membandingkan kondisi lapangan dengan landasan teoritis semata.
    Dengan kata lain penelitian ini hanya melakukan kodefikasi “Ya”, “Tidak” pada teoritis Manajemen Pendidikan??

    Saya Tunggu Penjelasannya!!!!!

    • Rumusan Hasil suatu penelitian berangakat dari Obyek apa yang diteliti, Tujuan yang ingin dicapai, variabel penelitian, dan manfaat yang diharapakan.

      Hasil penelitia tersebut diatas berangkat dari keingin tahuan sejauh mana implementasi Kepmendiknas Nomor 044/U/2000 Tentang Pelaksanaan manajemen penididikan dikaitkan dengan tugas dan fungsi Komite Sekolah pada SMA/SMK di Kota Bau-Bau.

      Tujuan yang ingin dicapai adalah :
      1. Untuk mengetahui pelaksanaan (implementasi) kebijakan manajemen pendidikan pada komite sekolah di setiap SMU/SMK di Kota Bau-Bau.
      2. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi hambatan/kendala dan tantangan di dalam pelaksanaan kebijakan manajemen pendidikan pada komite sekolah di setiap SMU/SMK di Kota Bau-Bau.

      Berdasarkan tujuan tersebut di atas maka variabel yang perlu dianalisis adalah:

      1. Variabel Dependen (Terpengaruh), yaitu implementasi kebijakan manajemen pendidikan pada komite sekolah pada masing-masing SMU/SMK di Kota Bau-Bau.
      2. Variabel Independen (Berpengaruh) adalah :
      a. Kebijakan pendidikan
      b. Kemampuan sumber daya manusia anggota Komite Sekolah dan Guru SMU/SMK.
      c. Kepemimpinan Kepala Sekolah SMU/SMK
      d. Penerapan Fungsi-fungsi manajemen
      e. Tingkat Partisipasi Masyarakat (orang tua/wali siswa)
      f. Sarana dan prasarana penunjang, dan
      g. Ketersediaan Dana

      Sedangkan manfaat yang diharapkan adalah :
      1. Dapat memberi kontribusi yang positif bagi perkembangan otonomi pendidikan, yang akan berimplikasi bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Kota Bau-Bau.
      2. Dapat memberi masukan atau informasi bagi Pemerintah Daerah Kota Bau-Bau melalui Dinas Pendidikan tentang keberhasilan pelaksanaan kebijakan manajemen pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat pada setiap SMU/SMK di Kota Bau-Bau dalam kaitannya dengan proses peningkatan mutu siswa pada khususnya dan pendidikan nasional pada umumnya.
      3. Sebagai bahan referensi dan informasi bagi peneliti lain yang berminat untuk mengkaji masalah-masalah yang berhubungan dengan manajemen pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat pada jenjang pendidikan SMU/SMK di Kota Bau-Bau dalam rangka menambah wawasan dan sebagai perbandingan dengan lokasi penelitian lainnya.

      Dari hasil pembahasan dan analisis dirumuskan kesimpulan dan saran seperti tersebut di atas.

      Mohon maaf saya terlambat mengetahui komentar ini.
      Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: