Oleh: subair | Juli 24, 2009

Ada Life Skill Educatin Di Festifal Perairan Pulau Makasar II

Mereka berlomba menemukan sesuatu

Mereka berlomba menemukan sesuatu

Perahu yang membawaku ke pulau Makassar hampir merapat di pantai, kemah peserta festifal sudah berdiri berderet-deret di atas pasir putih merapat ke pimggir tebing di sepanjang pantai utara pulau Makasar, banyak orang berkeliaran dan sebagian di dalam kemah mempersiapkan sesuatu untuk penyambutan para tetamu. Anak-anak bermain di bibir pantai, ada yang berenang sambil berlomba ada pula yang berkejar-kejaran seperti memperebutkan sesuatu, akhirnya buritan perahu kadas dipantai,  saya melompat ke darat mencari tempat yang bagus agar leluasa menyaksikan keindahan alam Pulau Makasar dan sekitarnya.

Aku berdiri diatas sebuah batu besar, dari sana aku menikmati keterpaduan keindahan pantai dengan keramaian pengunjung, dari sana aku melempar pandang menyapu sampai jauh ke tepi langit di hadapam  Pulau Makasar, nampak ketepaduan tiga zona yang indah, zona laut yang luas dan tenang, zona daratan yang hijau keabu-abuan dan zona langit yang cerah berawan tipis, selanjutnya aku menuju bagian atas pulau, disana ada hamparan kebun kelapa, tidak ada jalan setapak, tapi banyak pengunjung berkeliaran, anak-anak setengah baya menjajakan minuman dan penganan ada juga penjual berbagai macam makanan khas daerah, kemudian aku turun kembali ke pantai menemui teman-teman di kemah, disana kami bercerita santai sambil menunggu keadatangan Walikota, aku tak sabar ingin segera melihat situasi pulau itu, akhinya aku pamit meneruskan perjalanan. Dalam perjalanan selalu mengenang pulau tempat aku dilahirkan 53 tahun yang lalu, sebuah pulau di gugusan Wakatobi yang konon terletak di jantung segitiga karang dunia yaitu pulau Tomia, disana aku dibesarkan sampai tamat SMP kemudian hijrah ke Bau-Bau melanjutkan pendidikan dan menetap hingga saat ini.

Sudah puluhan kemah aku lewati dan ratusan orang yang menyapa, kecapean terasa dan aku butuh istrahat lalu memilih tempat yang bisa melihat sebagian besar arena festifal, tempat itu di ujung sebuah jembatan yang berhadapan dengan Lowu-lowu. Disana aku ngelantur tidak karuan, mengenang masa kecilku bersama adik-adik menapaki kehidupan di pulau kecil Tomia yang mirip pulau Makasar ini, mengenang teman-teman di dunia maya yang terbelalak menykasikan foto-foto pembukaan festival ini, guru-guru dan siswa-siswa yang menyapa selama perjalanan ini, sampai pada pertanyaan untuk apa aku datang kesini?,   cuma untuk berhibur diri? atau untuk mewujudkan mimpi masa lalu mengelilingi pulau ini?, tidak cuma itu ada yang lain yang berkaitan dengan tugas  sebagai aparat pendidikan, apa itu? ngelantur dilanjutkan …!!!

Ada sebuah inkonsistensi yang terjadi di negeri ini, yang hangat dibicarakan saat ini adalah meningkatnya jumlah pengangguran, terbatasnya lapangan kerja, dan kemiskinan semakin meluas, di sisi lain juga hangat dibicarakan bahawa negeri ini memliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah tetapi kenapa masih ada kemiskinan?  Dari kenyataan ini pasti ada yang salah, lalu siapa yang salah? dan siapa yang akan dikambing hitamkan? Sistim pendidikan?, Pemimpin?, Pemerintah?, Teroris?, atau masyarakat?, tidak tau. Lalu apa relevansi dan kontribusi Featifal Perairan Pulau Makasar dengan permasalahan ini? Hus …!!! jangan Tanya itu nanti marah yang punya festifal. Lha…. kau juga bertanggung jawab atas suksesnya festival ini, berpikir dong …!!!.

Awan yang menaungi tempat aku beristrahat mulai menggeser, panas matahari terasa menyengat, sebaiknya aku pindah, lalu menuju pangkal jembatan, di sana ada Pos Penjagaan dan beberapa orang yang berteduh. Aku minta tempat dan mereka mempersilahkan, setelah berbincang-bincang beberapa saat diketahui bahwa mereka juga pendatang seperti aku. Aku berbaring dan meneruskan lamunanku …!!!

Pada rangkaian acara kegiatan festifal ini kabarnya ada berbagai macam lomba yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan seperti lomba berenang, lomba mengedalikan perahu, lomba menangkap ikan, lomba jesskey, lomba perahu tradisional dan lain-lain, juga ada lomba yang berkaitan dengan budaya lokal, pserta lomba itu atas nama kecamatan dan kelurahan. Dari keterangan tidak resmi saya mendengar bahwa sebagian besar peserta lomba direkrut dari anak sekolah dan guru. Ini menarik untuk dicermati, sebuah kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi lain (Dinas Pariwisata). Kegiatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan yang berfungsi sebagai media praktek pembelajaran yang dilakukan di sekolah serta memicu motivasi guru dan siswa untuk belajar langsung di alam terbuka. Mungkin ini salah satu model pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education) yang sampai saat ini belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.

Aku sadar dari lamunanku, dan ternyata mereka yang disampingku telah pergi tanpa pamit, semoga mereka tidak kecewa karena aku sibuk dengan diriku sendiri, dan kurang serius menanggapi sapaan-sapaan mereka. Akupun beranjak melanjutkan perjalanan mengelilingi Pulau Makasar. Dan diperjalanan lamunan terus berlanjut …. !!!.

Para cerdik pandai di negeri ini pasti mengetahui penyebab terjadinya kebodohan dan kemiskinan yang tengan melanda negeri ini, tentang ini aku tidak terlalu paham, tetapi perjalanan sejarah negeri ini sejak masa penjajahan dan masa kemerdekaan tidak serius menangani pendidikan anak bangsa. Pendidikan yang ditangani setengah hati apalagi dengan niat untuk menguasai dan mempertahankan kekuasaan rasanya itu bukan pendidikan yang mencerdaskan dan memberdayakan tetapi bagi aku itu adalah penipuan, pembodohan dan pemiskinan. Kejadian semacan itu bukan hanya terjadi di negeri ini tetapi juga di negara-negara miskin dan berkembang lainnya, sampai akhirnya timbul kesadaran kolektif untuk mengatasi situasi pendidikan di negara-negara miskin dan berkembang yang dilaksanakan di Jamtie Thailad Tahun 1990 sampai Forum pendidikan dunia di Dakar Snegal tahun 2000 yang melahirkan kesepakatan Dakar dimana Indonesia turut aktif mengambil bagian. Salah satu goal (tujuan) pada deklarasi itu adalah : menjamin bahwa kebutuhan belajar semua manusia muda dan orang dewasa terpenuhi melalui akses yang ada pada program-program belajar dan keterampilan hidup yang sesuai;

Lalu bagaimana pelaksanaan goal (tujuan)  itu di Kota Bau-Bau? Lihat Laporan Pokja Pendidikan Kecakapan Hidup PUS Kota Bau-Bau disini : http://ustombb.blogspot.com/

Juga bagaimana pelaksanaan goal (tujuan)  itu ditingkat nasional? Sepertinya kita masih disibukan dengan pemerataan dan perluasan pendidikan bagi seluruh rakyat yang demikian besar jumlahnya, seiring dengan itu peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dilaksanakan seperti memenangkan lomba olimpiade  sains dan teknologi tingkat dunia untuk membuktikan bahawa ternyata orang Indonesia tidak terlahir sebagai orang bodoh, peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan menengah kejuruan dan lain-lain, serta perbaikan manajemen pendidikan yang intinya pada pembangunan moral aparatur yang pernah dirusak oleh hegemoni kekuasaan masa lalu, serta perwujudan keterbukaan dan kejujuran untuk akuntabilitas dan citra publik pengelolaan negeri ini.

Bagaimna dengan pengangguran, terbatasnya lapangan kerja, dan kemiskinan? juga kemampuan mengolah sumberdaya alam yang melipah? Hemat saya pendidikan harus diselenggarakan terkoordinasi dan terintegrasi dengan program lainnya Semoga “Festifal Perairan Pulau Makasar “ termasuk salah satu model untuk mengatasi masalah itu.

Subair                                                                                                                       (Poasa-asa Pohamba-hamb)


Responses

  1. info yang sangat bagus, kritis dan membangun….. trim’s

  2. Terima kasih, kalau ada yang masih kurang tolong dikomentari biar lebih bagus lagi.

  3. mas,info nya sangat bagus dan sangat bermanfaat nih..
    aku suka liat pantai nya..
    sayang,daerah ku gak ada pantainya…

    • Terima kasih Mas, aku juga suka pegunungan yang sejuk seperti Selecta Malang, Tawanmangu Solo, juga pernah ke Malino Makassar. Kalau ada waktu kunjungi juga daerahku yang terletak di jantung segitiga karang dunia, di sini ada surga nyata bawah laut, demikian kata pak bupati Wakatobi : http://www.wakatobi.info/

  4. Bagus Pak, cocok utk dkrm ke majalah nasional sbg ajang promosi daerah sekaligus sbg wahana curahan aspirasi bpk yg pasti sgt byk & berguna bg bgs/ngr. Hy klw bisa diedit bbrp huruf yg byk salah ketik. Maaf.

    • Terima kasih Mbak Tri. Telah berkunjung ke Blog ini dan memberikan saran yang bagus, insya Allah kedepan kalau ada waktu yang saya akan konsern dengan tulis-menulis.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: