Oleh: subair | Agustus 30, 2009

Kegiatan pada Agustus tahun 2009

CIMG0054Hari ini tanggal 31 Agustus 2009 baru sempat berkunjung ke situs ini karena berbagai kesibukan, antara lain Pelatihan Pemanfaatan Dana BOS bagi Tim BOS Tingkat Sekolah dan Sosialisi program BOS langsung ke Masyarakat yang harus selesai sebelum tanggan 15 Agustus 2009. Setelah kesibukan itu usai muncul kesedihan atas meninggalnya Drs. H. Laode Halaka Mananarfa wakil walikota Bau-Bau. Ada kenangan tersendiri dengan beliau yang akan diceritakan pada kesempatan lain.

Seiring dengan itu, juga sibuk melayani mitra kerja bidang pengawasan dan penyidikkan dalam rangka penegakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara, mereka adalah aparat pemerikasaan dari BPK, BPKP dan Inspektorat dan aparat penyidikan dari kejaksaan dan kepolisian. Namun demikian masih sempat juga melaksanakan tugas kepanitiaan dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI ke 64 serta mengikuti upacara penaikan dan penurunan bendera, masih sempat juga menyaksikan pemberitaan media massa dan elektronik yang tayang siang malam tentang teroris, carut-marut pileg dan pilpres, pertikaian di tubuh KPK dan lain-lain.

Agustus yang ke 64 sejak kemerdekaan RI besok akan berlalu, dan tidak akan pernah kembali lagi, banyak kenangan dan harapan yang ditinggalakan, mari kita ambil sisi positif dari kenangan dan harapan itu, kita bawa bersama semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 menjemput Agustus-Agustus lain di masa yang akan datang.

Pelatihan dan sosialisasi pemanfaatan dana BOS yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada tingkat sekolah dan masyarakat. Kalau kegiatan ini dilakukan sesuai panduan dan dilandasi dengan keikhlasan dan rasa tanggung jawab yang tinggi pelatihan dan sosialisasi yang dilaksanakan akan membebaskan lembaga pendidikan (sekolah) dari penjara kecurigaan yang dikesankan oleh masyarakat selama ini. Sekolah akan terbantu dalam upaya mereka memproklamasikan kemerdekaannya sebagai lembaga otonom dan mandiri untuk meraih harapan dan angan-angan seluruh stakeholdesrnya.

Anggara pendidikan mendapatkan perhatian khusus di negeri ini, setidaknya undang-undang sistim pendidikan nasional mengamanatkan minimal anggaran pendidikan besarnya 20% dari APBN juga 20% dari APBD diluar gaji aparaturnya. Tetapi sejak undang-undang itu diberlakukan amanat itu belum juga terpenuhi. Kenapa ….. ?

Di dalam rumah tangga anak adalah buah hati tumpuan harapan masa depan orang tua, pewaris dan penerus keturunan. Di dalam Negara anak adalah calon penerima tongkat estafet perjuangan dan pembangunan bangsa, mereka adalah tumpuan masa depan Negara. Kenapa masih enggan mengeluarkan biaya yang cukup untuk pendidikan mereka? Cuma duapuluh porsen kok … !!!, masih ada delapan puluh persen untuk yang lain … !!!. Seorang awam berandai-andai, ia mengatakan mungkin negara belum punya uang yang cukup? saya katakan tidak ada hubungannya prosentase dengan cukup tidaknya uang, atau mungkin masih ada pembiayaan yang lebih perioritas? saya katakan tidak ada yang lebih perioritas dari pendidikan anak. Atau mungkin yang mengatur anggaran tidak punya anak? Tapi dia punya negara tempat berteduh dimasa tuanya, atau mungkin mereka yang punya uang tidak ikhlas untuk membiayai pendidikan? Hus….sudahlah, jangan teruskan itu bukan wilayah kita, itu wilayah politik di situ kita cuma berpartisipasi memilih pada pemilu (pileg, pilpres dan pilkada) selesai. Kembali laksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Sejak Juli 2005 pemerintah meluncurkan dana pendidikan yang dikemas sebagai Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana itu dikucurkan langsung ke sekolah melalui lembaga keuangan Negara (Bank dan PT Pos). Untuk kelancaran pengelolaan dana itu ada pendataan, panduan, sosialisasi, monitoring dan pelayanan administrasi lainnya yang dilakukan oleh sebuah tim manajemen ditingkat kabupaten/kota. Pada tingkat pusat dan propinsi juga ada tim manajemen dalam tugas pelayanan yang sesuai kondisinya.

CIMG0024Kurang lebih ada 470 tim manajemen kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia, masing-masing tim beranggotakan kurang dari 10 orang dipimpin oleh seorang manajer, mitra kerja tim itu ialah sekolah, lembanga keuangan penyalur dana BOS dan instansi terkait lainnya.
Dalam pelaksanaan tugasnya tiap-tiap anggota Tim mempertanggung jawabkan tugasnya kepada pimpinan instansi (Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota). Pelaksanaan tugas dan fungsi Tim Manajemen ini didukung oleh biaya mananajemen yang dinamakan Dana Sefeguarding dari pemerintah pusat. Dana safeguarding itu berkurang dari tahun ke tahun dan mencapai titik Rp 0,- pada tahun 2009 praktis Tim manajemen harus berpartipasi aktif tanpa biaya karena selama ini tidak pernah ada sering pembiayaan dari APBD, bersamaan dengan itu juga dana pendidikan selain dana BOS yang bersumber dari APBD kab/kota yang pernah ada di sekolah, juga turut mencapai titik Rp 0,- pada perubahan anggaran tahun ini. Mungkin hal ini pertanda akan adanya perubahan mendasar dalam manajemen pengelolaan dana pendidikan, kita tunggu saja perubahan itu.

Pembiayaan pendidikan di sekolah terdiri dari : 1) Biaya Investasi, 2) Biaya Operasional, 3) Biaya non Operasional. Yang dimaksud dengan sekolah gratis adalah sekolah yang membebaskan siswanya dari pembiayaan investasi dan pembiayaan operasional, sementara pembiayaan personal masih harus ditanggung oleh orang tua dan masyarakat.

Dana BOS diberikan ke sekolah berdasarkan jumlah siswa, pada tahun 2009 besaran dana BOS persiswa pertahun pada jenjang SD di daerah perkotaan sebesar Rp 400.000,- dan pada jenjang SMP di daerah perkotaan sebesar Rp 575.000,- Tujuan pemberian dana BOS adalah untuk menggratiskan biaya proses interaksi pembelajaran yang terjadi di sekolah untuk mengantar anak pada tingkatan situasi pengetahuan, sikap, tingkah laku dan kecakapan hidup sesuai usiuanya sebagaimana tuntutan kurikulum sekolah. Jadi bukan untuk dibagi kepada siswa untuk dimakan atau diminum oleh mereka.

Siswa usia SD dan usia SMP (usia 7 – 15 tahun) adalah usia emas pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak, hal-hal yang terjadi dilingkungannya sangat mudah terekam dalam memorinya dan akan membekas dalam kelanjutan kehidupannya. Sekolah sebagai salah satu lingkungan yang dominan dalam kehidupan anak seharusnya mengambil peran untuk menetralisir pengaruh negative yang diterima oleh anak dari lingkungan lain. Oleh sebab itu sekolah harus ditata sebagai lingkungan kehidupan yang membawa kesejukan dan kedamaian hati, disana adalah cermin kejujuran, disana ada contoh teladan kehidupan, disana ada sopan santun dan kesalehan sosial, dari sana terpancar nilai-nilai budaya yang menyejukkan.

Dengan adanya dana BOS seharunya lingkungan sekolah yang kondusif sebagaimana dambaan di atas dapat terwujud. Wah … jangan terlalu banyak komentar nanti salah, tapi menurut anda kondisi sekolah saat ini bagaimana? Seorang awam menjawab, di daerah saya sekolah cenderung dicurigai oleh masyarakat. Kenapa? Karena ada dana BOS. Hus….!!! tidak usah dilanjutkan, kesimpulannya masih perlu perbaikan manajemen sekolah. Sekolah harus mandiri dan otonom yang mendapatkan kepercayaan dan dukungan partisipasi masyarakat di lingkungannya. Langka kearah itu kita akan mulai awal bulan Agustus 2009 ini.

Alhamdulillah sebelum Agustus 2009 telah dilaksanakan Training Of Trainer (TOT) atau pelatihan pelatih Pemanfaatan dana BOS di tingkat propinsi di Kendari, kegiatan pelatihan ini berakhir pada akhir September 2009 dan semua rangkaian persiapan sampai pada pelaksanaan pelatihan tingkat Kabupaten/Kota dan Sekolah baru tuntas 5 Agustus 2009, sementara kelanjutannya untuk melatih di kabupaten/kota harus selesai sebelum 15 Agustus 2009 ini. Demikian jadwal yang disepakati oleh Tim Manajemen BOS Propinsi Sulawesi Tenggara dengan para pelatih yang akan melaksanakan tugas pelatihan di lapangan.

Sekedar diketahui bahwa sasaran Pelatihan pemanfaatan dana BOS ini adalah semua sekolah penerima dana BOS pada jenjang SD/SDLB dan jenjang SMP/SMPLB dengan rincian peserta masing sekolah adalah Kepala Sekolah, Bendahara BOS Sekolah dan Ketua Komite Sekolah, sementara sasaran sosilalisasi ke masyarakat adalah tokoh masyarakat dari kecamatan, masing-masing kecamatan mengirimkan 15 orang peserta.

Suasana pelatihan dikemas sedemikian rupa sehingga terjadi keakraban antar peserta, kepala sekolah, bendahara dan Ketua Komite duduk satu meja, membuat pertanyaan merumuskan masalah di sekolahnya terkait materi pelatihan yang tengah didiskusikan. Semoga dengan pelatihan ini masing-masing peserta dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga tercipta keharmonisan dan keakraban yang mendukung penyelenggaraan sekolah yang berkualitas.

Sosialisasi BOS ke masyarakat yang dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh akan menghilangkan kecurigaan terhadap sekolah dan pada gilirannya nanti mereka akan berpartisipasi mendukung kegiatan sekolah dan mencukupi kebutuhan sekolah. Dalam sosialisasi ini diharapkan masyarakat memahami bahwa dana BOS yang ada baru sebahagian kecil dari dana yang dibutuhkan sekolah untuk melengkapi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

Alhamdulillah pelatihan dan sosialisasi selesai dilaksanakan, semoga dengan ini akan terbagun manajemen sekolah yang mandiri dan otonom, mendapatkan dukungan partisipasi masyarakat dan meringankan tugas aparat pengawasan (BPK, BPKP dan Inspektorat) dan aparat penyidikan (Polisi dan KPK) semoga pula para eksekutor hukum (Jaksa dan hakim) akan kehilangan pekerjaan dari pelanggaran dan kesalahan dalam penyelenggaraan pendidikan. Terima kasih.

 Selamat tinggal Agustus 2009, Marhaban Ya Ramadhan.

Subair


Responses

  1. tulisan-tulisannya bagus dan bisa menjadi sumber insfirasi bagi pelaku pendidikan di Kota Bau-Bau, thanks

    • Semoga saja akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola penyelenggaraan pendidikan segera terwujud.

  2. tuapa lele bau-bau nie pinoama


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: