Oleh: subair | Oktober 15, 2010

Aktivitas di bulan Ramadhan 1431H

Patut bersyukur kepada Allah S.W.T. bahwa kita bertemu kembali dengan bulan mulia Ramadhan 1431H. Ada komitmen bahwa amaliah ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya, namun kenyataan menunjukkan bahwa belum juga termerdekakan dari jeratan kehidupan dunia lantaran tugas-tugas sebagai aparat pemerintah dalam berbagai koordinasi dengan berbagai kalangan di berbagai kota, lebih dari separuh ramadhan tahun ini (1431H) habis di perjalanan, tetapi ada kebanggaan tersendiri karena ibadah puasa dan amaliah ramadhan lainnya tetap terjaga bahkan sempat hatam bacaan Al-Qu’an walaupun itu dilakukan diatas kapal laut, pesawat udara atau di hotel tempat penginapan.

Menjelang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan seharusnya digunakan untuk meningkatkan takarrub Ilallah, i’tikaf di mesjid memohon ampunan Allah dan menunggu kehadiran lailatul qadar, ternyata juga terusik dengan kegiatan lain melayani berbagai permintaan ceramah di berbagai tempat, seperti di Kampus, sekolah dan mesjid-mesjid kecil di kampung. Menjelang Idul Fitri berangkat ke pulau Tomia salah satu diantara pulau-pulau kecil di kawasan laut Banda Indonesia Bagian Timur, disana ada proyek zakat dan infak yang menjadi komitmen bersama masyarakat pada ramadhan tahun lalu (1430H) yaitu membangun sebuah mesjid dan mengefektifkan kembali penyelenggaraan Madrasah Diniyah yang pernah ada di Kelurahan Tongano Barat Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi.

Ketua Panitia Pembangunan Mesjis As-Shobirin menerima bantuan dari Masyarakat Tomia di Rantau.


Mesjid As-Shobirin sebagai tempat penyelenggaraan shalat lima waktu dan shalat Jum’atan juga berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan madarasah Diniyah Awaliyah dan Diniyah Wusta. Di Madrasah itu anak-anak SD, SMP dan SMA belajar agama pada sore hari setelah pagi hari belajar di sekolah. Kapasitas tampung mesjid As-Shobirin semakin terbatas maka pada Ramadhan tahun lalu (1430H) disepakati untuk membangun mesjid baru pada lokasi yang lebih luas tidak jauh dari mesjid itu, juga disepakati pula bahwa mesjid lama akan tetap berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan lembaga pendidikan agama Islam.

Lembaga pendidikan yang ada didaerah itu semuanya lembaga pendidikan umum (SD, SMP dan SMA) sementara semua penduduknya beragama islam. Itulah sebabnya Madrasah Diniyah yang berdiri sejak tahun 1989 itu tetap dipertahankan bahkan dikembangkan, namun kendalanya adalah tenaga Pembina tetap belum ada, kegiatan belajar mengajar hanya dilakukan oleh remaja mesjid dibantu oleh pengurus mesjid dan terkadang juga ada bantuan dan bimbingan teknis dari Pembina OSIS sekolah.


Responses

  1. Pulau-pulau kecil di daerah terpencil seperti ini yang memiliki daya tarik wisatawan manca negara perlu perhatian serius dari kita semua untuk membantu melestarikan budaya lokal jangan sampai terkikis oleh serbuan budaya luar yang cenderung hedonis dan materialistis.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: