Catatan Keberadaan Muhammadiyah di Buton

Bau-Bau, 16 September 2008

Muhammadiyah di Buton pada Perode 1990/1995 s.d. 2000/2005

Pada periode kepengurusan 1991 – 1995 berdiri 1 buah lembaga pendidikan Anak Usia Dini, 2 buah mesjid dan 1 buah Panti Santunan Anak Yatim milik Muhammadiyah Buton. Pada periode ini pula kegiatan serimonial Muhammadiyah seperti milad, musda, buka puasa bersama, arisan anggota, arisan sekolah, sunatan massal, pengobatan gratis juga kegiatan kepanduan terbentuk. Pada periode ini pula Lembaga Pendidikan Muhammadiyah seperti SMP dan TK merebut beberapa kejuaraan tingkat daerah seperti juara 1 gerak jalan indah, olahraga bulu tangkis dan lain-lain.

Pada periode kepengurusan 1996 – 2000 Muhammadiyah Buton semakin maju dan berkobar, pada peride ini berdiri dua buah SMA Muhammadiyah dan satu buah Universitas.

Muhammadiyah Buton mulai mandiri sampai-sampai SMA Muhammadiyah 1 Bau-Bau mampu merintis dan menyumbangkan Group Drum Band untuk mengawal kegiatan Pemerintah Kota Bau-Bau. Metode da’wa Muhammadiyah dikembangkan dengan penyebaran Majalah Suara Muhammadiyah dan Berita Resmi Muhammadiyah kepada pengelola amal usaha dan pengurus Muhammadiyah.

Pada Periode 2001 – 2005 Muhammadiya Buton semakin ramai tapi roh Muhammadiyah semakin redup. Pada Periode ini tidak ada amal usaha yang berdiri, amal usa yang ada satu persatu berguguran seperti macetnya TK Aisiyah II, berhentinya kegiatan santunan anak yatim, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja SMP Muhammadiyah, kegiatan serimonial Muhammadiyah seperti Milad, arisan dan lain-lain berhenti. Universitas Muhammadiyah yang oleh pendirinya diharapkan untuk membantu memberdayakan amal usaha lain ternyata hanya menjadi beban misalnya menggunakan gedung sekolah untuk tempat perkuliahan tanpa membantu biaya pemeliharaan.

Tulisan ini hanya sebauah hasil pegamatan terhadap fakta lapangan menurut sudut pandang seorang yang awam terhadap arah kebijakan Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, dan Pimpinan Daerah. Sebagai orang yang tidak melalui pencerahan kemuhammadiyahan melalui pengkaderan dan melalui lembaga pendidikan muhammadiyah yang berkualitas, orang yang cuma memperoleh pengalaman bermuhammadiyah dari kegiatan-kegiatan pengajian, atau forum muktamar tingkat Pusat dan wilayah yang saya hadiri, dan dari kegiatan rapat kerja majelis di tingkat pusat dan wilayah yang saya ikuti, orang yang hanya mendapatkan pengetahuan bermuhammadiyah melalui buku-buku yang ada, tentu masih banyak yang belum saya ketahui.

Responses

  1. Tangerang, 14 Februari 2009
    Assalamualaikum Pak Subair.

    Komentar saya, dalam tulisan bapak perlu ditambahkan keterangan waktu, paling tidak waktu pemuatan tulisan tersebut di atas.

    Tentang amal usaha Muhammadiyah atau amal shalih yang telah dilakukan itu memang sudah lumayan banyak, tetapi semua itu belumlah cukup sampai kesempatan hidup kita berakhir.

    Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) tidaklah tepat dikatakan menjadi beban, yang benar, mungkin, UM Buton belum memiliki ruang kuliah yang memadai atau bahkan memang belum meliki kampus sendiri (Saya belum pernah ke Buton) atau bahkan sarana yang lainpun mungkin juga maih kurang, tetapi yang jelas itu demua artinya kita belum berhasil mengantarkan UM Buton menuju kemandirian. Itu tugas kita sebagai warga Muhammadiyah.

    Kalau memang UM Buton demikian kenyataannya, maka perlu segera bilakukan usaha cepat yang sungguh-sungguh agar UM Buton segera beroleh kemajuan, serta tidak terkena status diskualifikasi atau bahkab dilikuidasi. Dalam hal memecahkan problem sedemikian, tentu Bapak cukup mumpuni karena telah berpengalaman dalam usaha perintisan awal pendirian Muhammadiyah beserta AUMnya di Buton.

    Jangan pernah berkecil hati dalam mengurus Muhammadiyah beserta AUM-nya, insyaallah jalan lebar akan segera terbuka, asalkan kita mau melangkah.

    Demikian, semoga bermanfaat, mohon maaf.
    Fastabikul khoirotz.

    Salam.

  2. Wassalamu Alaikum wr wb

    Terima kasih atas kementar dan sarannya juga kunjungannya ke blog ini teristimewa komentarnya tentang UM Buton. Saran Pak Surya sangat bagus tapi saya bisa berbuat apa, Muhammadiyah sudah lama memisahkan saya dengan UM Buton, kadang saya bertanya tega-teganya …….?? mereka yang ditempatkan sebagai pemimpin disitu dengan sombongnya menolak saya untuk bergabung. Saya minta dua jam pelajaran saja untuk mengajar sebagai dosen tidak diberikan apalagi peran untuk mengembangkan UM Buton. Pada saat masih bayi seberat apapun keperluan UM Buton saya lakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, kini dia sudah beranjak dewasa menjadi gadis cantik yang diperbutkan, pesan saya jagalah baik-baik jangan sampai diperebutkan dengan cara-cara yang tidak terpuji sehingga meruntuhkan harga diri dan martabatnya alias terlikuidasi. Insya Allah saya tetap bersabar mengikuti proses perkembangannya hingga dia dewasa sambil bersiap-siap kalau-kalau suatu waktu dibolehkan untuk turut merawatnya.

    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.
    Subair

    • Assalam…….pak, bisa di jelaskan tentang sejarah masuknya organisasi muhammadiyah di buton dan pada tahun berapa serta siapa yang membawanya..

      Wassalam……..

      • Pengaruh muhammadiyah di Buton sudah dirasakan sejak tahun 50an ditandai dengan adanya tokoh-tokoh yang memiliki paham pembaruan islam dan beberapa pengajian yang mereka dirikan selengkapnya Coba baca disini http://laere.wordpress.com/2009/07/30/perkembangan-muhammadiyah-di-buton/ namun kehadirian Muhammadiyah di Buton secara resmi organisatoris baru ada pada tahun 1985 ditanadi dengan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor A-/SKD/364/8590 tentang pengangkatan dan penetapan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Tingkat II Buton periode 1985 – 1990, dengan susunan anggota pimpinan sebagai berikut :

        1. Abdul Gani Ali Dg Magassing : Ketua
        2. H. La Ode Hamiru : Wakil Ketua I
        3. Salahuddin : Wakil Ketua II
        4. Abdul Muis A., B.A. : Sekretaris
        5. Abdul Muin Dg Magassing : Wakil Sekretaris
        6. Abdul Bonde : Bendahara
        7. Ahmad L : Anggota
        8. Subair : Anggota
        9. Abdul Muis Malik : Anggota
        10 Nuki Basir, B.A. : Anggota.

        Pada periode berikutnya (1990 – 1995) Ketua masih tetap Abdul Gani Ali Dg Mapuji, Sekretaris Subair dan bendahara Nuki Basir L, BA dan lain-lainnya sebagai anggota.

        Keterangan lain dapat juga dibaca disini http://laere.wordpress.com/2009/07/30/menerima-sk-pp-muhammadiyah/ dan disini http://laere.wordpress.com/2009/08/12/semangat-mendirikan-amal-usaha-muhammadiyah/

    • Saya sangat kagum dengan kebesaran hati Bapak. UMB sangat membutuhkan figur-figur pengayom dan pendidik seperti Bapak.
      Saya juga ingin bertanya Pak : “Bagaiamana strategi kami sebagai mahasiswa untuk dapat memahami lebih jauh tentang kemuhammadiyaan?

      • Di lingkungan Universitas Muhammadiyah ada mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan juga ada organisasi kemahasiswaan (BEM dan IMM), Insya Allah kalau semuanya dikuti dengan sempurna maka akan memahami makna kemuhammadiyahan. Saran saya bahwa dalam mengiti berbagai kegiatan agar selalu berlandaskan pada Al-Qur”an dan Hadis yang shahih serta memperhatikan AD dan ART Muhammadiyah.

    • Assalamu Alaikum Pak. Saya ingin bertanya Pak dan mohon bimbingannya. “Menurut Bapak sudah sejauh mana pengaruh Muhammadiyah terhadap kebiasaan hidup masyarakat?”

      • Pertanyaan yang luas namun secara singkat dapat saya katakan bahwa organisasi Muhammadiyah jauh lebih tua dari NKRI. Dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI Muhammadiyah telah banyak menyumbangkan pemikiran dan semangat untuk merobah cara berpikir dari kebiasaan hidup sebagai masyarakat terjajah menjadi masyarakat merdeka dan mandiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: